Sabtu, 06 Agustus 2011

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kecemasan Dalam Menghadapi Persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone Tahun 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kehamilan merupakan peristiwa penting bagi seorang wanita, kesehatan wanita sangat ditentukan oleh kesehatan jiwanya. Wanita lebih cepat bereaksi terhadap setiap kondisi yang dihadapinya selama kehamilan dibandingkan dengan pria. Oleh karena itu kematangan perkembangan emosional dan psikoseksual sangat diperlukan oleh seseorang  yang  berkeinginan  untuk  mempunyai  anak (Kusmiati Y, Dkk, 2008).

Seorang wanita hamil tidak hanya mengalami proses somatik, tetapi juga mengalami implikasi psikologik yang mendalam dan membekas. Perkembangan proses somatik banyak ditentukan oleh keadaan anatomi dan fisiologi, sedangkan sifat – sifat pengalaman fisiologik sangat erat hubungannya dengan perasaan ibu baik terhadap kondisi dirinya sendiri, terhadap anak yang dikandungnya, terhadap  suaminya,  dan  juga  terhadap lingkungan sekitarnya (Nengah S, 2008).

Kehamilan dan persalinan adalah salah satu rantai kejadian dalam perkembangan manusia dari lahir sampai mati. Setiap perubahan –perubahan kehidupan merupakan stressor pada kehidupan. Pada sebagian wanita, kehamilan dan persalinan merupakan stressor yang minimal dan sebagian besar merupakan saat yang membahagiakan dalam kehidupan. Kemampuan dalam menghadapi keadaan tersebut tergantung pada usia, pendidikan, maturitas, kepribadian, pengalaman kehamilan, persalinan sebelumnya dan keadaan sosial ekonomi (Bobak dkk, 2006).

Banyak aktifitas orang tua yang dilakukan untuk menyambut kelahiran. Bagi ibu dalam menghadapi persalinan ini ada kecemasan yang terjadi terhadap rasa tidak nyaman yang dirasakannya, namun rasa cemas tersebut kadang – kadang tidak diungkapkannya, tetapi bidan harus tahu isyarat / tanda tersebut (Nengah S, 2008).

Banyak wanita yang takut terhadap nyeri melahirkan atau pengguntingan perineum karena tidak mengerti anatomi dan proses melahirkan. Ibu perlu diberi pendidikan tentang prilaku yang benar selama melahirkan. Persiapan terbaik untuk melahirkan adalah menyadari kenyataan secara sehat tentang nyeri, menyeimbangkan resiko dengan rasa senang dan keinginan akan hadiah akhir berupa seorang bayi yang mungil (Taylor, 2006).

Menghadapi akhir semester ketiga, seorang ibu hamil sering  mengalami keluhan-keluhan seperti kesulitan bernafas dan merasakan gerakan janin lebih keras yang mengganggu tidur, sakit punggung, sering berkemih, sulit defikasi dan varices. Membesarnya perut ibu seiring dengan perkembangan janin dalam rahimnya akan mempengaruhi kemampuannya dalam mengurus anak-anak yang lain dan melaksanakan pekerjaan rutin.  Beberapa wanita akan menyambut kehamilannya dengan gembira. Di lain pihak ada yang menyambutnya dengan kecemasan, ketakutan dan kesedihan. Dalam kondisi ini, kehamilan merupakan periode yang penuh dengan tekanan emosional bagi beberapa wanita (Prayuda, 2008).

Sejalan dengan hal tersebut, paradigma masyarakat tentang persalinan yang masih menganggap bahwa persalinan merupakan pertaruhan antara hidup dan mati, sehingga wanita yang menjalani proses persalinan mengalami ketakutan – ketakutan akan terjadi sesuatu dalam persalinannya, khususnya takut mati, baik bagi dirinya maupun bagi bayinya yang akan dilahirkan (Nengah S, 2008).
Seiring dengan cerita tersebut banyak calon ibu muda yang menghadapi kelahiran anaknya dengan perasaan takut dan cemas berdasarkan cerita dan pengalaman para wanita yang telah terlebih dahulu menjalani proses persalinan tersebut. Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa wanita – wanita yang mengalami kecemasan sewaktu hamil akan berdampak buruk dalam proses persalinan dan lebih banyak mengalami persalinan abnormal (Harmawati, 2008).

Kecemasan adalah hal yang wajar, kehamilan adalah hal yang luar biasa karena menyangkut perubahan fisiologis, biologis dan fsikis yang mengubah hidup seorang wanita. Kecemasan yang menghantui ibu hamil dapat dipengaruhi oleh turun naiknya kadar hormon. Selain itu ibu yang pernah menjalani kehamilan dengan kasus khusus seperti mengalami keguguran, perdarahan juga akan mengalami kecemasan pada kehamilan selanjutnya. Mengingat kecemasan mempunyai dampak yang buruk bagi kehamilan maka perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan bila diperlukan agar tidak menimbulkan komplikasi dan penyakit pada kehamilan. Gangguan psikis disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, terutama tentang proses mekanisme persalinan (Kusmiati Y. Dkk, 2008).

Menurut data WHO, sebanyak 99 % kematian ibu terjadi akibat masalah persalinan atau kelahiran yang dirujuk oleh tenaga kesehatan (bidan) dan terjadi di negara – negara berkembang, sehingga ibu – ibu hamil sering merasa cemas dan tegang. Penelitian yang dilakukan oleh Prayuda A.L (2008) menyebutkan bahwa ada sekitar 52,5 % ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama berada pada kategori kecemasan, peneliti lain juga menyebutkan kejadian kecemasan ibu hamil pada trimester III dalam menghadapi persalinan dan kelahiran anak pertama  yaitu sebesar 15,4 % (Prayuda A.L, 2008).
Data dari seksi pelayanan khusus Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan RS Jiwa Bandung, RS Jiwa Cimahi dan bagian psikiatri  FKUI / RSHS  dalam   survey  kesehatan   jiwa  pada  ibu   hamil di 112 Puskesmas di 24 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat, dengan   hasil    penelitian    menunjukan    ada   sebanyak   798   orang atau  21 %  dari   2.928  ibu  hamil  menunjukan  tanda  gangguan  psikiatri berupa kecemasan atau ansietas (Harmawati, 2008).

Kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan adalah suatu keadaaan yang ditandai rasa khawatir dan dapat mempengaruhi proses persalinan. Kecemasan dapat terjadi oleh banyak faktor utama. Kurangnya pengetahuan seseorang sehingga berpengaruh pada ketidaksiapan ibu dalam menghadapi persalinan. Kecemasan yang dialami ibu hamil dalam  menghadapi persalinan akan membawa dampak baik pada ibu,janin,maupun proses kelancaran persalinan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Taretta tahun 2010 tercatat ibu hamil yang berkunjung sebanyak 183 orang, 61 orang (33,33%)  ibu hamil trimester I, 65 orang (35,52%) ibu hamil trimester II dan sekitar  57 orang atau 31,15% dengan usia kehamilan trimester III. Dari data yang didapatkan masih banyak ibu hamil yang mengalami kecemasan, sehingga penulis tertarik meneliti tentang ”Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kecemasan Dalam Menghadapi Persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone Tahun 2011” 

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah diatas dan mengacu pada tujuan penelitian yang akan dicapai, maka dapat dibuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut :
1.    Bagaimana   gambaran   pengetahuan   ibu  hamil  tentang  pengertian kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone tahun 2011?
2.    Bagaimana   gambaran   pengetahuan   ibu  hamil  tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone tahun 2011?
3.    Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang gejala - gejala kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone Tahun  2011?
4.    Bagaimana   gambaran   pengetahuan   ibu  hamil  tentang  macam - macam kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone tahun 2011?
5.    Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang  faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone tahun 2011?
6.    Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang  penanggulangan kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone tahun 2011?


C.    Tujuan Penelitian
1.    Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang kecemasan dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali kabupaten Bone tahun 2011.
2.    Tujuan Khusus
a.    Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pengertian kecemasan dalam menghadapi persalinan.
b.    Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tingkat  kecemasan dalam menghadapi persalinan.
c.    Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamilI tentang gejala–gejala kecemasan dalam menghadapi persalinan.
d.    Diketahuinya  gambaran  pengetahuan  ibu  hamil  tentang  macam –
macam kecemasan dalam menghadapi persalinan.
e.    Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang faktor–faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi persalinan
f.    Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang penanggulangan kecemasan dalam menghadapi persalinan.

D.    Manfaat Penelitian
1.    Manfaat  ilmiah
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam meningkatkan pengetahuan pembaca tentang kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan dan sebagai bahan acuan penelitian selanjutnya.
2.    Manfaat bagi tempat penelitian
Sebagai salah satu bahan masukan dan sumber  informasi bagi penentu kebijakan dan pelaksana program baik di dinas kesehatan maupun Puskesmas dan Pustu dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam upaya pencegahan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan.
3.    Manfaat bagi peneliti
Sebagai   pengalaman   ilmiah  yang  berharga  dalam  rangka  meningkatkan dan menambah wawasan dan pengetahuan tentang metode penelitian dan pengetahuan ibu hamil tentang kecemasan dalam menghadapi persalinan.

Download KTI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar